Bank Nagari Painan targetkan transaksi Lapau Nagari Rp17 miliar pada 2023

Painan – Bank Nagari Cabang Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menargetkan nilai transaksi Laku Pandai sebesar Rp17 miliar pada 2023 atau 100 persen dari realisasi tahun lalu yang hanya Rp8,08 miliar.

Pimpinan Cabang Bank Nagari Painan Helfi Yanrika di Painan, Selasa mengatakan pihaknya kini telah menyiapkan sejumlah strategi guna mencapai target tersebut, antara lain memperbanyak agen di kawasan wisata seiring pencabutan PPKM dari pemerintah pusat.

“Ya, karena tahun ini kami merencanakan bakal menambah 17 agen lagi. Kini ada 83 agen dan ditargetkan jumlahnya 100 agen,” kata dia.

Lapau Nagari merupakan akronim atau singkatan dari Laku Pandai Bank Nagari yang merupakan kegiatan menyediakan layanan perbankan dan/atau keuangan lainnya tanpa jaringan kantor.

Artinya layanan perbankan dilakukan melalui model kerja sama keagenan, baik secara perorangan maupun badan usaha yang didukung dengan penggunaan sarana berbasis teknologi informasi.

Helfi melanjutkan kebijakan pencabutan PPKM diyakini meningkatkan angka kunjungan wisatawan, apalagi Pesisir Selatan sangat terkenal dengan pesona baharinya seperti misalnya Mandeh.

Kondisi itu dipastikan bakal mendorong sektor perdagangan dan jasa, sehingga bakal berbanding lurus dengan naiknya kebutuhan uang, baik tunai maupun non-tunai serta layanan perbankan lainnya.

“Ini bukan semata target bisnis, namun sebagai bank pelat merah kami mesti lebih dekat dengan masyarakat. Hadir menguatkan sarana perbankan di sana,” terangnya.

Kemudian membangun kerja sama yang lebih kuat dengan pemerintahan nagari melalui pembukaan agen di tiap kantor nagari, sehingga dapat memudahkan layanan perbankan bagi masyarakat.

Helfi menjelaskan adapun persyaratan untuk menjadi agen Lapau Nagari secara umum antara lain perorangan atau badan usaha yang berada di lokasi strategis.

Tempat usaha merupakan milik sendiri atau hak sewa. Memiliki rekening Tabungan atau Giro pada Bank. Bidang usaha merchant tidak termasuk bidang usaha yang dilarang oleh Undang-Undang.

Belum menjadi agen bank penyelenggara yang kegiatan usahanya sejenis. Memiliki sumber penghasilan utama berasal dari kegiatan usaha dan/atau kegiatan tetap lainnya selama paling singkat dua tahun.

Untuk agen klasifikasi B menggunakan Mesin EDC Android. Jumlah Deposit Agen (dana di hold) selama menjadi Agen sebesar Rp3 juta.

Menjadi gen perorangan cukup dengan surat permohonan menjadi agen, KTP, surat keterangan domisili, surat keterangan usaha atau Surat Pengangkatan menjadi pegawai tetap dan copy rekening tabungan.

“Surat permohonan, akta pendirian dan perubahan terakhir, SIUP, SITU, TDP, NPWP, identitas pengurus, laporan keuangan dan copy rekening,” jelasnya.

Ia dilengkapi dengan layanan Basic Saving Account (BSA) atau simpanan nasabah khusus untuk Lapau Nagari dengan setoran awal hanya Rp10 ribu.

Nasabah tidak dipungut biaya pembukaan rekening, biaya ADM, setoran minimum dan saldo minimum, dengan saldo maksimal bisa mencapai Rp20 juta.

Keunggulan lainnya bebas biaya transaksi setoran tunai, transfer masuk, pindah buku, penutupan rekening, aktifitas perbankan hanya dapat dilakukan pada agen Laku Pandai.

Lapau Nagari juga memberikan layanan buka rekening tabungan, tarik dan setor tunai, penutupan rekening, pengajuan dan setoran kredit hingga pembayaran dan pembelian biler. (Ant)