PT UCI edukasi pelajar memilah sampah secara dini

Padang – PT Uni Charm Indonesia (UCI) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia mengedukasi 30 murid Sekolaj Dasar Negeri (SDN) Tanjung Barat 09 Jakarta Selatan DKI Jakarta agar terbiasa memilah sampah secara dini.

Presiden Direktur PT UCI Yuji Ishii dalam keterangan tertulis di Padang, Selasa mengatakan sebagai pemimpin pasar nomor satu kategori popok bayi, pembalut wanita dan popok dewasa di Indonesia pihaknya bertekad untuk fokus pada kontribusi memilah sampah.

“Ini menjadi poin penting demi mewujudkan pengurangan sampah,” kata dia.

Konten kegiatan edukasi memilah sampah kali ini diawali dengan penjelasan tentang Sustainable Development Goals (SDGs) untuk siswa sekolah dasar, larangan membuang sampah sembarangan, pengetahuan dasar tentang kegiatan 3R, pengenalan sampah yang dapat dijadikan kompos, pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya organik dan anorganik serta hasil yang ditimbulkan dengan mengurangi jumlah sampah.

Pembelajaran dilakukan menggunakan video dan materi, dengan menjadikan salah satu karakter yang ada di UCI yaitu Pokojang sebagai ambassador. Lalu, untuk memberikan pemahaman dengan memilah sampah, maka jumlah sampah akan berkurang.

Seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran dibagikan buku tulis dengan gambar Pokojang yang terbuat dari kertas hasil daur ulang dan untuk menanamkan masalah pengurangan sampah ke dalam masing- masing, para siswa menuliskan tekad janjinya untuk mengurangi sampah di banner yang sudah disediakan.

“Melalui kegiatan ini, UCI bertekad untuk secara proaktif berkontribusi pada kampanye sekolah sehat dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia,”kata dia.

Ia juga menjelaskan PT UCI menjadikan perwujudan SDGs sebagai tujuan dan secara proaktif menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan melalui kegiatan perusahaan.

“Kami percaya bahwa apabila sampah plastik diproses dengan cara dibakar dengan benar, maka tidak akan menimbulkan masalah bagi lingkungan,” katanya.

Menurut dia untuk melakukan sosialisasi proses pembakaran sampah secara benar dengan memilah dan mengumpulkan sampah dan edukasi kegiatan 3R sebagai suatu hal yang penting.

Dengan memberikan edukasi memilah sampah kepada para siswa SD yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan, akan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Untuk selanjutnya, kegiatan ini juga akan dilakukan di sekolah- sekolah di area lain agar dapat memberikan kesadaran akan permasalahan sampah kepada para siswa, demi berkontribusi pada masalah pengurangan sampah,” kata dia.

Jumlah sampah tahunan yang dihasilkan pun semakin meningkat dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) terbesar di Indonesia yang terletak di provinsi Jawa Barat, yaitu Bantar Gebang dalam sehari menampung lebih dari 7.000 ton sampah, begitu juga dengan TPST Suwung di Pulau Bali dan Sarimukti di Bandung masing-masing menampung lebih dari 1.400 ton sampah per hari.

Jumlah itu semakin mendekati batas maksimal kapasitas penampungan sehingga perlu dilakukan upaya dengan segera untuk mengurangi beban TPST. Salah satu penyebabnya adalah karena sampah yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di bawa ke tempat penampungan tanpa melalui proses memilah sampah. Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan No.75 yang mendorong supaya limbah dari produsen berkurang 30 persen sampai di tahun 2029.

PT UCI sejak tahun 2019 telah melakukan setidaknya tiga upaya secara berkelanjutan, mulai dari kegiatan bersih-bersih sungai di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang juga merupakan lokasi dari salah satu pabrik UCI. Kedua melakukan riset cara mengurangi sampah dengan tidak membuang sampah popok bekas pakai yaitu uji coba pemrosesan sampah organik menggunakan larva black soldier fly pada Juli 2021 dan lainnya

“Selanjutnya, untuk dapat mewujudkan pengurangan sampah maupun upaya recycle. UCI menganggap penetrasi memilah sampah sebagai suatu hal penting yang menjadi landasan awal,”kata dia

Sementara itu perwakilan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kurniawan mengucapkan terima kasih kepada PT Uni-Charm Indonesia Tbk yang telah mengadakan kegiatan edukasi memilah sampah.

Menurut dia kegiatan ini sejalan dengan kampanye Sekolah Sehat yang dicanangkan pada Agustus 2022 lalu dan dengan memilah sampah maka kebersihan lingkungan sekolah akan terjaga.

“Ditambah dengan mereka menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, kami percaya akan dapat melahirkan siswa- siswa yang sehat dan berkarakter” kata dia. (Ant)